Total Tayangan Halaman
BTemplates.com
Categories
- Adaktif (41)
- NORMATI (7)
- Produktif (11)
- Sekolah (36)
- sekolah produktif (15)
- umum (23)
LINK MM 3
- hartina ismail
- Aswar dalle
- rifaldi usman
- muh.aan
- rahmat nasrundding
- nurhikmawan
- darmawan
- Abd rahim
- Akbar alamsia
- Al mahdi
- Ardi
- Asrul asbullah
- Aswar
- Ayu angriani ningsih
- Dawi
- Indah
- Irma
- Megawati
- Mildayanti
- Muh ashar maulana
- Muh firman s
- Muh fitra junaidi
- Muh ikrar agung
- Muhammadrizal
- Nurandika ramli
- Nurul azzahra
- Putri aulia
- Rika rahman
- Riska purnama sari
- Sulpiani nasir
- Trisna jayanti
- Wahyuni hatta
- Yusril izha saputra
- imron
Diberdayakan oleh Blogger.

Enter Slide 1 Title Here
This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Enter Slide 2 Title Here
This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Enter Slide 3 Title Here
This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Enter Slide 4 Title Here
This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Tampilkan postingan dengan label NORMATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NORMATI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 September 2016
Senin, 29 Agustus 2016
MATEMATIKA
PENGERTIAN DAN PENJELASAN MEAN, MEDIAN, MODUS, DAN STANDAR DEVIASI
Mean, Median, Modus sama-sama merupakan ukuran pemusatan data yang termasuk kedalam analisis statistika deskriptif. Namun, ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam menerangkan suatu ukuran pemusatan data. Untuk tahu kegunaannya masing-masing dan kapan kita mempergunakannya, perlu diketahui terlebih dahulu pengertian analisis statistika deskriptif dan ukuran pemusatan data.
Analisis Statistika deskriptif merupakan metode yang berkaitan dengan penyajian data sehingga memberikan informasi yang berguna. Upaya penyajian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan informasi penting yang terdapat dalam data ke dalam berntuk yang lebih ringkas dan sederhana yang pada akhirnya mengarah pada keperluan adanya penjelasan dan penafsiran (Aunudin, 1989)
Deskripsi data yang dilakukan meliputi ukuran pemusatan dan penyebaran data. Ukuran pemusatan data meliputi nilai rata-rata (median), modus, dan median. Sedangkan ukuran penyebaran data meliputi ragam (variance) dan simpangan baku (standard deviation).
Ukuran pemusatan data adalah suatu ukuran yang menggambarkan pusat dari kumpulan data yang bisa mewakilinya. Disini saya juga akan membahas tentang standar deviasi juga.
Mean
Mean adalah nilai rata-rata dari beberapa buah data. Nilai mean dapat ditentukan dengan membagi jumlah data dengan banyaknya data.
Mean (rata-rata) merupakan suatu ukuran pemusatan data. Mean suatu data juga merupakan statistik karena mampu menggambarkan bahwa data tersebut berada pada kisaran mean data tersebut. Mean tidak dapat digunakan sebagai ukuran pemusatan untuk jenis data nominal dan ordinal.
Berdasarkan definisi dari mean adalah jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data. Dengan kata lain jika kita memiliki N data sebagai berikut maka mean data tersebut dapat kita tuliskan sebagai berikut :
Dimana:
x = data ke n
x bar = x rata-rata = nilai rata-rata sampel
n = banyaknya data
Bisa juga Menghitung mean
a) Rumus Mean Hitung dari Data Tunggal
b) Rumus Mean Hitung Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi
Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = data ke-i
c) Rumus Mean Hitung Gabungan
Median
Median menentukan letak tengah data setelah data disusun menurut urutan nilainya. Bisa juga nilai tengah dari data-data yang terurut. Simbol untuk median adalah Me. Dengan median Me, maka 50% dari banyak data nilainya paling tinggi sama dengan Me, dan 50% dari banyak data nilainya paling rendah sama dengan Me. Dalam mencari median, dibedakan untuk banyak data ganjil dan banyak data genap. Untuk banyak data ganjil, setelah data disusun menurut nilainya, maka median Me adalah data yang terletak tepat di tengah. Median bisa dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
variansi merupakan salah satu ukuran sebaran yang paling sering digunakan dalam berbagai analisis statistika. Standar deviasi merupakan akar kuadrat positif dari variansi. Secara umum, variansi dirumuskun sabagai :
Contoh:
Dari lima kali kuiz statistika, seorang mahasiswa memperoleh nilai 82, 93, 86, 92, dan 79. Tentukan median populasi ini.
jawab: Setelah data disusun dari yang terkecil sampai terbesar, diperoleh 79 82 86 92 93
Oleh karena itu medianya adalah 86
Kada nikotin yang berasal dari sebuah contoh acak enam batang rokok cap tertentu adalah 2.3, 2.7, 2.5, 2.9, 3.1, dan 1.9 miligram. Tentukan mediannya.
jawab: Bila kadar nikotin itu diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar, maka diperoleh 1.9 2.3 2.5 2.7 2.9 3.1
Maka mediannya adalah rata-rata dari 2.5 dan 2.7, yaitu
Selain itu juga dapat dicari median dari data yang telah tersusun dalam bentuk distribusi frekuensi. Rumus yang digunakan ada dua, yaitu
Dimana :
Bak = batas kelas atas median
c = lebar kelas
s’ = selisih antara nomor frekuensi median dengan frekuensi kumulatif sampai kelas median
fM = frekuensi kelas median
Sebelum menggunakan kedua rumus di atas, terlebih dahulu harus ditentukan kelas yang menjadi kelas median. Kelas median adalah kelas yang memuat nomor frekuensi median, dan nomor frekuensi median ini ditentukan dengan membagi keseluruhan data dengan dua.
Modus
Modus adalah nilai yang sering muncul. Jika kita tertarik pada data frekuensi, jumlah dari suatu nilai dari kumpulan data, maka kita menggunakan modus. Modus sangat baik bila digunakan untuk data yang memiliki sekala kategorik yaitu nominal atau ordinal.
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
Data yang belum dikelompokkan
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
Data yang telah dikelompokkan
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:
Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
Contoh:
Sumbangan dari warga Bogor pada hari Palang Merah Nasional tercatat sebagai berikut: Rp 9.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 9.000, Rp 9.000, Rp 7.000, Rp 8.000, Rp 6.000, Rp 10.000, Rp 11.000. Maka modusnya, yaitu nilai yang terjadi dengan frekuensi paling tinggi, adalah Rp 9.000.
Dari dua belas pelajar sekolah lanjutan tingkat atas yang diambil secara acak dicatat berapa kali mereka menonton film selama sebulan lalu. Data yang diperoleh adalah 2, 0, 3, 1, 2, 4, 2, 5, 4, 0, 1 dan 4. Dalam kasus ini terdapat dua modu, yaitu 2 dan 4, karena 2 dan 4 terdapat dengan frekuensi tertinggi. Distribusi demikian dikatakan bimodus.
Kamis, 25 Agustus 2016
PENDAIS
ASSALAMU,ALAIKUM WR,WB. dimana saya akan memposting pelajaran yaitu PENDIDIKAN AGAMA ISLAM,tentang ETOS KERJA
- Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etos adalah pandangan hidup yangg khas dari suatu golongan sosial. Jadi, pengertian Etos Kerja adalah semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.
- Etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sesuatu yang diyakini, cara berbuat, sikap serta persepsi terhadap nilai bekerja. Sedangkan Etos Kerja Muslim dapat didefinisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja tidak hanya bertujuan memuliakan diri, tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan mempunyai nilai ibadah yang luhur.
- Etos Kerja merupakan totalitas kepribadian diri serta cara mengekspresikan, memandang, meyakini, dan memberikan sesuatu yang bermakna, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high performance).
Sabtu, 20 Agustus 2016
BHS.INGGRIS
Hii..sobat,kali ini saya akan memposting pelajaran saya tentang bhs inggris ku sebagai berikut:
1. Dewi: "Do you think we can get there on time?"
Anto: "Yes. If the traffic is smooth, ... before three o’clock."
a. we would arrive
b. we will arrive
c. we would have arrived
d. we are arriving
2. Shop assistant: "May I help you, Sir?"
Customer: "Yes. I bought this pair of trousers this morning, but there is no button hole. ...?"
Shop assistant: "Do you have the receipt with you, Sir? We’ll replace it."
a. May I return it?
b.Do you like it?
c. May I have a bigger size?
d. Is there another color available?
3. Hani: "This printer doesn’t seem to be working."
Rika: ".... It may have been unplugged."
Hani: "You’re right. Maybe someone used it with a laptop computer."
a. Cut the cable.
b. Check the cord.
c. Unplug the cord.
d. Use it for printing.
4. Man: "Excuse me. Could you tell me how to get to the post office, please?"
Woman: "...."
a. It’s next to the police station.
b. Go straight ahead and turn right at the first crossroad.
c. It’s around the corner from the station.
d. It is located across from the shopping center.
1. Dewi: "Do you think we can get there on time?"
Anto: "Yes. If the traffic is smooth, ... before three o’clock."
a. we would arrive
b. we will arrive
c. we would have arrived
d. we are arriving
2. Shop assistant: "May I help you, Sir?"
Customer: "Yes. I bought this pair of trousers this morning, but there is no button hole. ...?"
Shop assistant: "Do you have the receipt with you, Sir? We’ll replace it."
a. May I return it?
b.Do you like it?
c. May I have a bigger size?
d. Is there another color available?
3. Hani: "This printer doesn’t seem to be working."
Rika: ".... It may have been unplugged."
Hani: "You’re right. Maybe someone used it with a laptop computer."
a. Cut the cable.
b. Check the cord.
c. Unplug the cord.
d. Use it for printing.
4. Man: "Excuse me. Could you tell me how to get to the post office, please?"
Woman: "...."
a. It’s next to the police station.
b. Go straight ahead and turn right at the first crossroad.
c. It’s around the corner from the station.
d. It is located across from the shopping center.
Kamis, 18 Agustus 2016
PENDAIS
- Etos kerja
menurut kamus besar
bahasa Indonesia diartikan sebagai semangat kerja yang menjadi ciri khas dan
keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Kalau dikaitkan dengan profesi guru, etos
kerja guru adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas guru dalam
menjalankan profesinya.
Orang yang bekerja dilingkungan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan , seharusnya tidak hanya melihat pekerjaannya sebagai tempat mencari nafkah. Ia harus melihatnya sebagai tugas yang mengemban esensi pendidikan. Menurut Isjoni dan Suarman (2003) pendidikan itu bukan hanya untuk hari ini dan esok, melainkan membangun kehidupan jauh kedepan. Esensi pendidikan dalam hal ini bagaimana mencerdaskan SDM, masyarakat dan bangsa, sehingga mampu beradaptasi sekaligus melakukan pembaharuan dalam kehidupannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dikuasai. Yang mampu mengusainya adalah orang yang cerdas IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ.
Sumber daya manusia yang berkualitas hanya akan didapat dari guru yang memiliki berbagai kecerdasan tersebut. Guru yang berkualitas akan terbentuk jika memiliki etos kerja yang tinggi. Menurut Jansen Sinamo ada delapan etos kerja unggulan yang perlu dipahami, yang dapat dikembangkan oleh guru dalam bertugas. Etos kerja tersebut sebagai berikut:
a) Kerja itu suci, kerja adalah panggilan ku, aku sanggup bekerja benar.
b) Kerja itu sehat, kerja adalah aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras.
c) Kerja itu rahmat, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus.
d) Kerja itu amanah, kerja itu tanggungjawabku, aku sanggup bekerja tuntas.
e) Kerja itu seni/permainan, kerja adalah kesukaanku, aku sanggup kerja kreatif.
f) Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdiaanku, aku sanggup bekerja serius,
g) Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.
h) Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul
Orang yang bekerja dilingkungan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan , seharusnya tidak hanya melihat pekerjaannya sebagai tempat mencari nafkah. Ia harus melihatnya sebagai tugas yang mengemban esensi pendidikan. Menurut Isjoni dan Suarman (2003) pendidikan itu bukan hanya untuk hari ini dan esok, melainkan membangun kehidupan jauh kedepan. Esensi pendidikan dalam hal ini bagaimana mencerdaskan SDM, masyarakat dan bangsa, sehingga mampu beradaptasi sekaligus melakukan pembaharuan dalam kehidupannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dikuasai. Yang mampu mengusainya adalah orang yang cerdas IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ.
Sumber daya manusia yang berkualitas hanya akan didapat dari guru yang memiliki berbagai kecerdasan tersebut. Guru yang berkualitas akan terbentuk jika memiliki etos kerja yang tinggi. Menurut Jansen Sinamo ada delapan etos kerja unggulan yang perlu dipahami, yang dapat dikembangkan oleh guru dalam bertugas. Etos kerja tersebut sebagai berikut:
a) Kerja itu suci, kerja adalah panggilan ku, aku sanggup bekerja benar.
b) Kerja itu sehat, kerja adalah aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras.
c) Kerja itu rahmat, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus.
d) Kerja itu amanah, kerja itu tanggungjawabku, aku sanggup bekerja tuntas.
e) Kerja itu seni/permainan, kerja adalah kesukaanku, aku sanggup kerja kreatif.
f) Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdiaanku, aku sanggup bekerja serius,
g) Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.
h) Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul
PENTINGNYA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
PENTINGNYA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan yang baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan nikmat dan hidayahnya kepada kita sehingga bisa berkumpul dalam keadaan sehat pada hari ini.
Hadirin yang saya hormati,
Pidato yang akan saya sampaikan kali ini menerangkan menjaga kebersihan. Allah SWT sangat mencintai orang yang bersih dan suka membersihkan segala sesuatu yang ada padanya. Jadi marilah kita mulai menjaga kebersihan demi terciptanya keselamatan dan kebaikan untuk diri kita maupun orang lain.
Hadirin sekalian,
Jika kita menjaga kebersihan lalu ditiru oleh anak-anak kita dan orang-orang dekat kita maka kita pun akan mendapat manfaatnya, oleh karenanya mari ajarkan sedini mungkin terhadap anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan agar kelak mereka menjadi anak yang sehat, cerdas dan suka berbuat kebaikan.
Dengan mengajarkan menjaga kebersihan kepada anak-anak, diharapkan mereka bisa mandiri dan terbiasa mengatasi hal-hal yang sulit untuk diselesaikan, seperti kita ketahui di masa sekarang masih banyak orang-orang yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan membiarkannya menjadi kotor.
Hadirin yang berbahagia,
Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang sudah saya sampaikan bermanfaat dan dapat dilaksanakan, akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan yang baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan nikmat dan hidayahnya kepada kita sehingga bisa berkumpul dalam keadaan sehat pada hari ini.
Hadirin yang saya hormati,
Pidato yang akan saya sampaikan kali ini menerangkan menjaga kebersihan. Allah SWT sangat mencintai orang yang bersih dan suka membersihkan segala sesuatu yang ada padanya. Jadi marilah kita mulai menjaga kebersihan demi terciptanya keselamatan dan kebaikan untuk diri kita maupun orang lain.
Hadirin sekalian,
Jika kita menjaga kebersihan lalu ditiru oleh anak-anak kita dan orang-orang dekat kita maka kita pun akan mendapat manfaatnya, oleh karenanya mari ajarkan sedini mungkin terhadap anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan agar kelak mereka menjadi anak yang sehat, cerdas dan suka berbuat kebaikan.
Dengan mengajarkan menjaga kebersihan kepada anak-anak, diharapkan mereka bisa mandiri dan terbiasa mengatasi hal-hal yang sulit untuk diselesaikan, seperti kita ketahui di masa sekarang masih banyak orang-orang yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan membiarkannya menjadi kotor.
Hadirin yang berbahagia,
Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang sudah saya sampaikan bermanfaat dan dapat dilaksanakan, akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Langganan:
Postingan (Atom)


